Manusia dan Pengakuan
Tadi temen gue curhat sama gue. Tumebn2 an nih anak mau curhat... biasanya mah godain gue doank. Yang menarik bukan alasan kenapa dia curhat, tapi apa yang di curhatin.
Dia simply ngerasa kalo hidupnya datar2 aja. Nggak diatas dan juga nggak dibawah. Pokoknya mah... ya, gitu2 aja. Kurang tantangan sih problem sebenernya. Entah apakah gender juga mempunyai andil dalam terbentuknya "sindrom" ini, karena kebetulan temen gue yang curhat ini adalah seorang lelaki. Setelah cerita panjang lebar, geu jadi mikir sendiri...
Ternyata dimana2,manusia punya kebutuhan khas yang sama yaitu pengakuan. Hmm... ngomong2 masalah pengakuan, gue sempet berada di keadaan dimana gue butuh banget pengakuan. Dan ketika nggak bisa dapet pengakuan itu di bidang "positif", banyak orang beralih merambah kesuksesan dibidang2 yang dianggap "negatif". Knp gue kasih tanda kutip, karena masalah positif dan negatif disini sama kayak ngebahas bener ato salah. Nggak ada parameter absolut (selain Tuhan)untuk menetapkan apakah sesuatu itu positif/benar atau negatif/salah. Gue,sebagai makhluk Tuhan, nggak berani netapin mana yang bener ataupun salah. Walopun dalam kenyataannya gue punya parameter pribadi mengenai masalah ini. Tapi gue percaya, setiap orang berhak memilih, dan pilihan tersebut suka nggak suka harus dihormati. Well, back to topic!
Pertanyaannya... apa yang terjadi kalo seseorang merasa nggak mendapat pengakuan?
Banyak yang jadi depresi, contoh ibu rumah tangga yang selalu sitekan suami dan anak. Ato ada yang (itu tadi) merambah dunia "hitam", anak broken home yang jadi pecandu Drug. Ato bahkan yang hampir atau sudah bunuh diri. Yang paling ringan sih, kabur dari kenyataan ato jadi anti sosial, kayak yang gue alami beberapa waktu yang lalu.
Banyak hal lain yang bisa disebabkan oleh kurangnya pengakuan.. anoreksia, bulimia, psikopat, schizophrenia, de el el.
Setelah gue sadar bahaya nya kalo kurang pengakuan, gue jadi pengen lebih optimis ngadepin idup. Well.. gue tau gue bukan orang yang perfect, tapi gue juga nggak mau jadi orang yang bukan siapa2. Gue cuman berharap... gue nggak pernah kekurangan pengakuan. N so many thanks for everyone who has acknowledge me as human.



0 komentar:
Posting Komentar